Sumur Jalatunda Dieng, Spot Wisata Indah Berbalut Mitos

1 min read

Sumur Jalatunda Dieng

Siapa yang tidak mengenal Dieng? Sebuah destinasi wisata terkenal yang tidak pernah sepi untuk dikunjungi. Ada berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh pecinta travel atau wisatawan. Salah satunya adalah Sumur Jalatunda.

Apabila dibandingkan dengan objek wisata lain, mungkin Sumur Jalatunda tidak terlalu populer, akan tetapi objek wisata ini memiliki daya tariknya tersendiri.  Salah satunya adalah mitos dan misteri yang menyelimuti Sumur Jalatunda.

Berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, objek wisata ini menjadi bagian dari serangkaian kompleks wisata Dataran Tinggi Dieng. Jadi, saat berencana untuk berwisata ke Dataran Tinggi Dieng, jangan sampai melewatkan Sumur Jalatunda.

Asal Usul Sumur Jalatunda

Sumur dengan air yang berwarna kehijauan ini konon terbentuk akibat letusan gunung api di masa lalu yang menyebabkan  terbentuknya kepundan atau kawah. Selang beberapa kepundan tersebut terisi air sehingga menyerupai sebuah sumur raksasa dengan kedalaman ratusan meter dan diameter kurang lebih 90 meter.

Meski telah dijelaskan secara ilmiah, sebagian masyarakat mempercayai bahwa terbentuknya Sumur Jalatunda disebabkan oleh pijakan kaki Bima atau Werkudara yang sedang terbakar amarah sehingga menyebabkan terbentuknya lubang raksasa.

Sebagian masyarakat sekitar juga mempercayai bahwa Sumur Jalatunda merupakan gerbang penghubung dunia dengan bumi lapisan ke tujuh atau bumi sapta pratala.

Anak Tangga Sumur Jalatunda

Sebelum sampai ke objek wisata Sumur Jalatunda, pengunjung harus menaiki 257 anak tangga. Ada satu mitos yang menarik terkait dengan anak tangga tersebut. Dikatakan bahwa jumlah anak tangga menuju Sumur Jalatunda selalu berubah. Siapa pun yang berniat memastikan jumlahnya kerap kesulitan saat menghitungnya kembali, karena jumlah anak tangga yang berubah.

Bagi pengunjung yang ingin mengetahui kebenaran mitos ini bisa membuktikan sendiri dengan menghitung jumlah anak tangga ketika naik dan turun. Selain membuktikan kebenaran mitos, cara ini bisa mengalihkan kelelahan akibat menaiki anak tangga yang cukup banyak.

Sumur Pengabul Harapan

Sumur Jalatunda berasal dari kata Jala dan Tunda yang artinya barang siapa yang memiliki hajat atau keinginan jangan pernah menundanya di lain waktu. Asal mula nama sumur ini kemudian dikaitkan pada mitos yang tersebar di sekitar Sumur Jalatunda.

Salah satu mitos yang terkenal yakni pelemparan tiga buah batu. Jumlah tersebut melambangkan Antasena, Antareja dan Antaboga yang diyakini bersemayam di dalam Sumur Jalatunda bersama dengan Nyai Dewi Kunthi.  Ketika batu tersebut dilemparkan dan bisa mencapai jarak yang ditentukan, maka harapan dan cita-cita pelempar akan terkabulkan.

Namun, terdapat perbedaan jarak lemparan antara pria dan wanita. Untuk wanita melempar batu atau kerikil hingga ke tengah sumur dipercaya dapat mengabulkan harapan dan cita-cita. Sementara bagi pria, agar harapannya dapat terkabul, maka harus dapat melempar batu hingga ke ujung sumur. Meskipun terdengar mudah, akan tetapi kenyataannya banyak orang tidak berhasil melemparkan batu tersebut.

Akses Menuju Sumur Jalatunda

Untuk sampai ke Sumur Jalatunda, wisatawan bisa menggunakan dua jalur yakni dari Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Kondisi jalan pun sudah terbilang baik dengan lika-liku khas pegunungan.

Bagi wisatawan yang berasal dari luar kota dapat menginap di beberapa penginapan atau homestay seperti Denna, Arjuna dan Tani Jiwo Hostel dengan harga yang cukup bervariasi yakni antara 150.000 rupiah hingga 350.000 rupiah.

Sedangkan apabila wisatawan ingin mengunjungi Sumur Jalatunda, tiket masuk yang harus dibayarkan adalah 5.000 rupiah. Namun, biaya ini masih belum termasuk biaya masuk ke kawasan wisata Dieng. Jika ditotal wisatawan perlu merogoh kocek sejumlah 15.000 rupiah.

Sumur Jalatunda merupakan objek wisata yang menyuguhkan keindahan pemandangan berselimut mitos dan misteri yang sangat menarik. Oleh karena itu, objek wisata ini tidak boleh sampai tidak dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *